• Jelajahi

    Copyright © MARI MENYERU
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    pasang

    Subscribe YouTube

    KPA Teken Nota Kesepahaman dengan Unwidha Klaten Cegah HIV/AIDS di Kalangan Pelajar dan Mahaiswa

    JEPRI JOKO PRIYONO KLATEN
    Kamis, 29 Oktober 2026, Oktober 29, 2026 WIB Last Updated 2026-10-30T05:29:00Z


    MARIMENYERU.COM –Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Klaten menanda-tangani Nota Kesepahaman Kerjasama  di Aula Gedung Unwidha Kamis (29/10). Kerjasama itu bertujuan untuk menekan laju penyebaran HIV/AIDS serta memitigasi dinamika perilaku berisiko di kalangan generasi muda.

     

    Penanda-tanganan Nota Kesepahaman Kerjasama  dilakukan oleh Sekretaris KPA Klaten dr Ronny Roekmito M.Kes dengan Dekan Fakultas Ekonomi dan  Psikologi, DR Arif Julianto Sri Nugroho SE M.Si.  Acara dilanjutkan dengan seminar edukatif bertajuk Pencegahan HIV/AIDS dan Dinamika Perilaku Berisiko “Dari Kesadaran Menuju Perubahan: Memutus Rantai Perilaku Berisiko HIV” yang diikuti oleh 150 peserta dari kalangan mahasiswa dan pelajar di Kabupaten Klaten.

     


    Sekretaris KPA Kabupaten Klaten, dr. Ronny Roekmito, M.Kes., dalam pemaparannya menjelaskan mengenai peta sebaran kasus serta fenomena gunung es. Ia menyebut agar kasus HIV dilihat secara komprehensif.

     

    “Kasus penularan HIV harus dibaca lebih teliti. Jumlah kasus yang nampak di permukaan jauh lebih kecil dibandingkan kondisi riil yang tersembunyi dan belum terdeteksi di tengah masyarakat. Paparan media digital serta maraknya penggunaan aplikasi kencan dan grup komunitas daring yang berkontribusi terhadap pertumbuhan angka kelompok berisiko di Klaten” jelasnya.

    Winarno Heru Murjito, S.Psi., M.Psi., Psikolog sekaligus  dosen Psikologi Unwidha,sebagai pembicara lain di acara seminar  membedah persoalan perilaku berisiko. Menurutnya, diskursus penularan HIV itu  harus dipetakan secara proporsional.

     

    “Perilaku penularan HIV itu unik. Mulai dari lapis privat terkait orientasi psikologis individu, lapis perilaku nyata yang bersentuhan dengan kesehatan publik dan hukum, hingga lapis gerakan sosial-politik. Itu semua menuntut regulasi atau advokasi publik. Dengan memilah ketiga dimensi ini secara proporsional, nalar kebudayaan kita dapat bersikap adil. Melindungi martabat kemanusiaan di ruang privat, menegakkan standar kesehatan dan hukum pada ranah perilaku, serta mempertahankan fondasi moral konstitusi dan kearifan local itu penting," jelasnya.

     

    Di sesi sambutan Rektor Unwidha Prof DR Triyono M.Pd menyampaikan keprihatinannya terhadap data akumulatif kasus HIV di Kabupaten Klaten yang tercatat mencapai 1.759 kasus dari tahun 2007 hingga Agustus 2026. Ia menyebut sebagian di antaranya berasal dari kelompok usia remaja dan kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL).

     

    "Faktor utama yang memberikan sumbangan terhadap munculnya fenomena ini antara pengaruh pergaulan bebas.  Perkembangan teknologi informasi yang begitu mudah kita akses tanpa filter yang memadai," ujar Rektor.

     

    Penulis Joko Priyono Yoso Atmojo Klaten.

     

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini