MARIMENYERU.COM
–Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA)
Kabupaten Klaten menanda-tangani Nota Kesepahaman Kerjasama di Aula Gedung Unwidha Kamis (29/10). Kerjasama
itu bertujuan untuk menekan laju penyebaran HIV/AIDS serta memitigasi dinamika
perilaku berisiko di kalangan generasi muda.
Penanda-tanganan
Nota Kesepahaman Kerjasama dilakukan
oleh Sekretaris KPA Klaten dr Ronny Roekmito M.Kes dengan Dekan Fakultas
Ekonomi dan Psikologi, DR Arif Julianto
Sri Nugroho SE M.Si. Acara dilanjutkan
dengan seminar edukatif bertajuk Pencegahan HIV/AIDS dan Dinamika Perilaku
Berisiko “Dari Kesadaran Menuju Perubahan: Memutus Rantai Perilaku Berisiko
HIV” yang diikuti oleh 150 peserta dari kalangan mahasiswa dan pelajar di
Kabupaten Klaten.
Sekretaris
KPA Kabupaten Klaten, dr. Ronny Roekmito, M.Kes., dalam pemaparannya
menjelaskan mengenai peta sebaran kasus serta fenomena gunung es. Ia menyebut
agar kasus HIV dilihat secara komprehensif.
“Kasus
penularan HIV harus dibaca lebih teliti. Jumlah kasus yang nampak di permukaan
jauh lebih kecil dibandingkan kondisi riil yang tersembunyi dan belum
terdeteksi di tengah masyarakat. Paparan media digital serta maraknya
penggunaan aplikasi kencan dan grup komunitas daring yang berkontribusi
terhadap pertumbuhan angka kelompok berisiko di Klaten” jelasnya.
Winarno
Heru Murjito, S.Psi., M.Psi., Psikolog sekaligus dosen Psikologi Unwidha,sebagai pembicara lain
di acara seminar membedah persoalan
perilaku berisiko. Menurutnya, diskursus penularan HIV itu harus dipetakan secara proporsional.
“Perilaku
penularan HIV itu unik. Mulai dari lapis privat terkait orientasi psikologis
individu, lapis perilaku nyata yang bersentuhan dengan kesehatan publik dan
hukum, hingga lapis gerakan sosial-politik. Itu semua menuntut regulasi atau
advokasi publik. Dengan memilah ketiga dimensi ini secara proporsional, nalar
kebudayaan kita dapat bersikap adil. Melindungi martabat kemanusiaan di ruang
privat, menegakkan standar kesehatan dan hukum pada ranah perilaku, serta
mempertahankan fondasi moral konstitusi dan kearifan local itu penting,"
jelasnya.
Di
sesi sambutan Rektor Unwidha Prof DR Triyono M.Pd menyampaikan keprihatinannya
terhadap data akumulatif kasus HIV di Kabupaten Klaten yang tercatat mencapai
1.759 kasus dari tahun 2007 hingga Agustus 2026. Ia menyebut sebagian di
antaranya berasal dari kelompok usia remaja dan kelompok Lelaki Seks dengan
Lelaki (LSL).
"Faktor
utama yang memberikan sumbangan terhadap munculnya fenomena ini antara pengaruh
pergaulan bebas. Perkembangan teknologi
informasi yang begitu mudah kita akses tanpa filter yang memadai," ujar Rektor.
Penulis Joko Priyono Yoso Atmojo Klaten.



.jpeg)
