• Jelajahi

    Copyright © MARI MENYERU
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    pasang

    Subscribe YouTube

    Peken Kidung Mbah Gombel Desa Sumberejo, Klaten Selatan Hadir di Ahad Ganjil Suguhkan Makanan Tradisional dan Pentas Budaya

    JEPRI JOKO PRIYONO KLATEN
    Selasa, 20 Januari 2026, Januari 20, 2026 WIB Last Updated 2026-01-21T07:09:58Z

     



    MMC MEDIA – Pemerintah Desa Sumberejo, Klaten Selatan punya cara sendiri untuk membangun ekonomi warga.  Melalui Peken Kidung Mbah Gombel, pemerintah desa tidak saja ingin mendorong geliat ekonomi warga tapi juga menghibur masyarakat dengan seni tradisional.

     

    Pasar itu terletak di Dukuh Jombor RT 3/RW 10, Desa Sumberejo, Kecamatan Klaten Selatan.  Sudah buka mulai jam 06.00 WIB pagi.  Makanan yang dijual-belikan bikin kangen.  Sebab makanan yang dijual adalah makanan tradisional Jawa.

     

    Tidak hanya itu.  Musik tradisional Jawa siap menyapa pengunjung. Kalau beruntung, kadang panitia juga menyajikan pentas wayang kulit dengan menampilkan dalang-dalang muda potensial asal Klaten yang bisa dinikmati pengunjung.

     

    Sunardi salah satu perangkat desa Sumberejo kepada marimenyeru.com (19/1) mengatakan kalau  Peken Kidung Mbah Gombel bisa dikunjungi pada minggu pekan-pekan ganjil.

     

    “Peken Kidung Mbah Gombel hanya bisa dinikmati ahad pertama dan ketiga.  Ada makanan tradisional dipadu dengan pentas budaya. Pemerintah Desa Sumberejo ingin membangun ekonomi desa dengan potensi kuliner dan juga budaya Jawa seperti wayang kulit dengan dalang-dalang muda” jelasnya.

     

    Sunardi menambahkan saat ini sambutan warga cukup baik.  Hal itu terbukti kata Sunardi bisa dilihat dari kunjungan yang terus meningkat.

     

    “Minggu itu banyak orang olahraga dan gowes.  Jadi sambil olahraga warga bisa belanja dan menikmati seni yang disajikan pengelola.  Kami tunggu kunjungannya di Peken Kidung Mbah Gombel Desa Sumberejo setiap pekan pertama dan ketigadi Dukuh Jombor, Sumberejo, Klaten Selatan” pungkasnya.

     

     

    Penulis Joko Priyo Utomo Klaten.

     

     

     

     

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini