MMC media - Bencana angin puting beliung merusak sejumlah rumah penduduk dan bangunan di Kecamatan Bayat Klaten, Selasa sore (17/2) sekitar pukul 16.15 WIB. Sejumlah tujuh desa terdampak rusak akibat angin lesus itu. Untungnya komplek pemakaman Ki Ageng Pandanaran aman tidak terdampak angin berkecepatan tinggi itu.
Camat Bayat Rakhmat Syabani dalam wawancara telepon Rabu (18/2) menjelaskan beberapa desa di wilayahnya terdampak puting beliung. Bahkan sebagian desa juga ada yang terkena banjir kiriman.
"Ada tujuh desa di wilayah kecamatan Bayat yang terdampak angin puting beliung dan banjir Selasa (17/2) kemarin. Desa itu meliputi Paseban, Jarum, Beluk, Ngerangan, Jambakan, Krikilan dan Dukuh. Alhamdulillah untuk komplek wisata makam Ki Ageng Pandanaran aman. Jadi untuk tempat wisata itu tetap bisa dikunjungi wisatawan " jelasnya.
Ditanya data dan tingkat kerusakan warga akibat angin puting beliung dan banjir itu, Rakhmat mengaku petugasnya masih mendata. Ia katakan tidak ada korban jiwa.
"Petugas masih mendata rumah dan bangunan yang rusak akibat bencana. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Hanya ada kemarin pohon nangka ukuran besar diameter 60 cm roboh. Masjid juga ada yang diterbangkan atapnya akibat kekuatan angin. Tapi warga masih bisa beribadah karena atap dicor" terangnya.
Terkait perhatian pemerintah, Rakhmat mengatakan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan relawan bergerak cepat.
"Penanganan cepat telah dilakukan petugas BPBD, relawan dan gotong royong warga. Alhamdulillah sejumlah permasalahan di lapangan sudah diatasi. Termasuk banjir kiriman di daerah perbatasan " pungkasnya.
Penulis Joko Priyo Utomo Klaten



