MARIMENYERU.COM
– Warga Mojayan dibantu para relawan turun ke Sungai Modim dalam aksi Mojayan
Bergerak untuk membersihkan sampah yang mengotori sungai Ahad kemarin (4/10).
Aksi itu selain untuk persiapan menjelang musim hujan juga untuk meningkatkan
kesadaran warga agar tidak menjadikan Sungai sebagai tempat pembuangan sampah.
Sampah
seperti plastik, kain, botol, limbah rumah tangga dan lain-lainnya berhasil
dipindahkan. Sungai Modin yang membelah pemukiman warga yang semula kotor penuh sampah tampak bersih
kembali.
Lurah
Mojayan, Nining Martiningsih yang hadir memimpin kegiatan mengatakan aksi
bersih – bersih sungai guna menumbuhkan rasa kepedulian warga menjaga Sungai.
“Kalau
kita ingin lingkungan yang sehat dan nyaman, maka sungai harus kita jaga
bersama . Yang paling penting adalah keberlanjutan. Setelah sungainya
dibersihkan, bagaimana kita bersama-sama menjaganya agar tetap bersih. Jangan
sampai sungai kembali menjadi tempat membuang sampah,” ujarnya.
Ia
juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai aksi
bersih-bersih satu hari saja.
"Yang
paling penting adalah keberlanjutan. Setelah sungainya dibersihkan, bagaimana
kita bersama-sama menjaganya agar tetap bersih. Jangan sampai sungai kembali
menjadi tempat membuang sampah," tegasnya.
Keprihatinan
atas maraknya warga yang membuang sampah di sungai turut direspons oleh Endah
Sulistyowati, pengurus harian Forum Sekolah Sungai Klaten (FSSK ) . Ia menekankan pentingnya
menyadarkan masyarakat untuk berperan serta mendukung gerakan river without plastic.
“Gerakan
bersih – bersih sungai itu perlu diwujudkan melalui langkah nyata sehari-hari,
seperti mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai, membawa botol minum
sendiri (tumbler), melakukan pemilahan sampah rumah tangga sebelum dibuang. Bank
sampah di tingkat RT/RW perlu dibentuk.
Kberadaan bank sampah diharapkan menjadi nilai tambah dan nilai ekonomi
sebagai bagian penting dalam gerankan sekolah sungai” pungkasnya.
Penulis
Joko Priyono Yoso Atmojo Klaten,



