• Jelajahi

    Copyright © MARI MENYERU
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    pasang

    Subscribe YouTube

    Mojayan Bergerak, Warga Dibantu Relawan Turun ke Sungai Bersih-Bersih Sampah

    JEPRI JOKO PRIYONO KLATEN
    Rabu, 07 Oktober 2026, Oktober 07, 2026 WIB Last Updated 2026-10-07T09:33:17Z

     



     

    MARIMENYERU.COM – Warga Mojayan dibantu para relawan turun ke Sungai Modim dalam aksi Mojayan Bergerak untuk membersihkan sampah yang mengotori sungai Ahad kemarin (4/10). Aksi itu selain untuk persiapan menjelang musim hujan juga untuk meningkatkan kesadaran warga agar tidak menjadikan Sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

     

    Sampah seperti plastik, kain, botol, limbah rumah tangga dan lain-lainnya berhasil dipindahkan. Sungai Modin yang membelah pemukiman warga  yang semula kotor penuh sampah tampak bersih kembali.

     

    Lurah Mojayan, Nining Martiningsih yang hadir memimpin kegiatan mengatakan aksi bersih – bersih sungai guna menumbuhkan rasa kepedulian warga menjaga Sungai.

     

    “Kalau kita ingin lingkungan yang sehat dan nyaman, maka sungai harus kita jaga bersama . Yang paling penting adalah keberlanjutan. Setelah sungainya dibersihkan, bagaimana kita bersama-sama menjaganya agar tetap bersih. Jangan sampai sungai kembali menjadi tempat membuang sampah,” ujarnya.

     

    Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai aksi bersih-bersih satu hari saja.

     

    "Yang paling penting adalah keberlanjutan. Setelah sungainya dibersihkan, bagaimana kita bersama-sama menjaganya agar tetap bersih. Jangan sampai sungai kembali menjadi tempat membuang sampah," tegasnya.

     

    Keprihatinan atas maraknya warga yang membuang sampah di sungai turut direspons oleh Endah Sulistyowati, pengurus harian Forum Sekolah Sungai Klaten   (FSSK ) . Ia menekankan pentingnya menyadarkan masyarakat untuk berperan serta mendukung gerakan  river without plastic.

     

    “Gerakan bersih – bersih sungai itu perlu diwujudkan melalui langkah nyata sehari-hari, seperti mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai, membawa botol minum sendiri (tumbler), melakukan pemilahan sampah rumah tangga sebelum dibuang. Bank sampah di tingkat RT/RW perlu dibentuk.  Kberadaan bank sampah diharapkan menjadi nilai tambah dan nilai ekonomi sebagai bagian penting dalam gerankan sekolah sungai” pungkasnya.

     

    Penulis Joko Priyono Yoso Atmojo Klaten,

     


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini