• Jelajahi

    Copyright © MARI MENYERU
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    pasang

    Subscribe YouTube

    Memukan Jejak Saksi Peninggalan Dakwah Sunan Kalijaga di Masjid Agung Puluhan Klaten

    JEPRI JOKO PRIYONO KLATEN
    Rabu, 11 Maret 2026, Maret 11, 2026 WIB Last Updated 2026-03-12T01:16:05Z



    MMC Media – Penyebaran islam di tanah Jawa tidak lepas dari sosok seorang Sunan Kalijaga.  Salah satunya jejak perjuangan dakwah dapat ditemukan di Kabupaten Klaten, tepatnya di Masjid Agung Desa Puluhan wilayah Kecamatan Trucuk, arah timur Kota Bersinar.


    Masjid Agung Desa Puluhan terletak di tengah kampung atau sekitar 5 km dari kota kecamatan ke arah timur laut.  Masjid ini  yang juga dikenal dengan sebutan Masjid Tiban dan  dibangun tahun 1444 Masehi di zaman Sunan Kalijaga.


    Walaupun sudah mengalami beberapa renovasi, keteduhan dan wibawa Masjid Agung Puluhan terasa kental ketika masuk ke kompleks masjid.  Teras masjid sangat luas berikut halamannya.  Di bulan tertentu, masyarakat setempat menggelar pentas wayang kulit di depan masjid yang mengundang ribuan warga untuk datang sekaligus untuk memakmurkan syiar islam.


    Ada beberapa benda kuna yang bisa ditemukan di Masjid Agung Puluhan peninggalan Sunan Kalijaga. Yang pertama adalah gentong atau tempayan tempat wudlu. Ada tempayan berbentuk bulat dari tanah yang terlihat antik guna berwudlu dan batu tua yang dikenal sendang lanang dan sendang wadon karena ada dua cekungan di atas batu itu.


    Banyak orang yang mengambil air wudlu dari gentong tua itu kemudian berdoa untuk dijadikan obat atau terapi.


    Peninggalan Sunan Kalijaga yang lain adalah mimbar kotbah dan dipan atau tempat berdakwahnya kala itu. Mimbar itu terlihat biasa. Mimbar itu berwarna hitam kecoklatan karena dimakan usia. Disarankan siapa saja  jika ingin naik mimbar dan berkotbah agar bersholawat dulu sebanyak tiga kali seiring jumlah anak tangganya, kalua tidak ingin hafalan atau tema kotbahnya buyar.


    Masih ada lagi peninggalan Ki Sunan berupa bedug dan kentongan.  Dua benda itu tersimpan di gudang yang perlu dirawat dengan baik.  Kayu beduk itu terlihat tua.  Ada guratan-guratan yang timbul dari kayu bedug yang menandakan tuanya bahan bakunya.


    Walaupun sudah beberapa kali dipugar, Masjid Agung Desa Puluhan masih banyak dikunjungi warga.  Selain pengunjung ingin  iktikab atau sholat malam di sana, melihat dan mengamati benda – benda peninggalan dakwah Sunan Kalijaga bisa membangkitkan semangat beribadah dan berwisata religi di masjid tua, Masjid Agung Desa Puluhan Klaten.


    Penulis Joko Priyono Klaten

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini