• Jelajahi

    Copyright © MARI MENYERU
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    pasang

    Subscribe YouTube

    Sahdunya Menikmati Hamparan Hijau Perbukitan Selatan dari Teras Masjid Kuno Golo Paseban Bayat

    JEPRI JOKO PRIYONO KLATEN
    Selasa, 10 Maret 2026, Maret 10, 2026 WIB Last Updated 2026-03-12T01:16:22Z

     


     

    MMC Media – Beribadah sholat di masjid kuno pasti terasa beda.  Suasana batin yang tenang, damai dan teduh itu tak dapat dipungkiri begitu kuat menyergap ketika pertama kali menapakan kaki di Masjid Golo.

     

    Masjid Golo yang terletak di Dukuh Golo, Desa Pasebab, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten sangat mempesona.  Selain arsiteknya yang kuno dan terlihat perawan, letaknya yang di atas bukit sekitar 10 m dari permukaan tanah, memberikan sensasi tersendiri.

     

    Sebab pengunjung tidak saja merasakan kesan religi yang kuat saat di dalam masjid, tapi bisa memanjakan mata dengan menikmati Pegunungan Selatan yang menghijau sejauh mata memandang.   Ya, pasalnya masjid Golo yang dipercaya dibangun Ki Ageng Sunan Pandanaran abad 16 itu berdiri kokoh di atas bukit Golo.

     

    Pengunjung harus menaiki puluhan anak tangga untuk bisa sampai di Masjid Golo.  Saat sampai di teras masjid itulah, pengunjung akan betah menikmati indahnya perbukitan Pegunungan Selatan yang ijo royo-royo.

     

    Bangunan Masjid Golo terawat sangat baik.  Arsitek, dinding, pilar utama sampai ubinnya masih asli dan kuno.  Pintu masuk utama sangat unik.  Lebarnya sempit sekitar 120 cm dan tingginya sekitar 150 cm.  Mengapa pinta masuk utama Masjid Golo dibuat pendek memang dimaksudkan agar jamaah itu banyak menunduk.

     

    Menunduk itu bermakna adab.  Yakni membiasakan diri tidak sombong, sering melihat rakyat bawah dan menunduk di hadapan Tuhannya di saat sholat.  Itu pesan yang tertangkap dari pintu masuk utama Masjid Golo yang pendek sengaja dibangun Ki Sunan sebagai pesan bisu.

     

    Pilar utamanya juga masih juno dan utuh.  Ada 4 pilar pokok dan 12 pilar penyangga yang total ada 16 tiang plus 1 pilar segi empat penyangga mustaka atau puncak masjid sehingga 17 pilar yang bermakna 17 rokaat dalam sholat wajib.

     

    Dinding Masjid Golo juga menarik.  Tembok di atas pondasi berlekik-lekik indah bermotif gelombang berwarna putih.  Jendela samping masjid lebih lebar ke samping sehingga memudahkan serkulasi udara masuk ke dalam ruang utama dan membuat jamaah betah bermunajad.

     

    Bagi umat muslim Klaten dan sekitarnya yang melintas Kecamatan Bayat yang kaya dengan produk keramik dan batik sangat rugi jika tidak mampir Masjid Golo peninggalan Ki Sunan Pandanaran, murid kesayangan Sunan Kalijogo itu.  Selain menikmati khusyuknya sujud di masjid kuno, pengunjung bisa memanjakan mata dengan menikmati hamparan hijau Pengunungan Selatan dari atas bukit.  Wow.

     

    Penulis : Joko Priyono Klaten.

     

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini