MMC Media – Beribadah sholat
di masjid kuno pasti terasa beda.
Suasana batin yang tenang, damai dan teduh itu tak dapat dipungkiri begitu
kuat menyergap ketika pertama kali menapakan kaki di Masjid Golo.
Masjid Golo yang terletak di
Dukuh Golo, Desa Pasebab, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten sangat
mempesona. Selain arsiteknya yang kuno dan
terlihat perawan, letaknya yang di atas bukit sekitar 10 m dari permukaan
tanah, memberikan sensasi tersendiri.
Sebab pengunjung tidak saja
merasakan kesan religi yang kuat saat di dalam masjid, tapi bisa memanjakan
mata dengan menikmati Pegunungan Selatan yang menghijau sejauh mata memandang. Ya, pasalnya masjid Golo yang dipercaya
dibangun Ki Ageng Sunan Pandanaran abad 16 itu berdiri kokoh di atas bukit
Golo.
Pengunjung harus menaiki
puluhan anak tangga untuk bisa sampai di Masjid Golo. Saat sampai di teras masjid itulah,
pengunjung akan betah menikmati indahnya perbukitan Pegunungan Selatan yang ijo
royo-royo.
Bangunan Masjid Golo terawat
sangat baik. Arsitek, dinding, pilar
utama sampai ubinnya masih asli dan kuno.
Pintu masuk utama sangat unik.
Lebarnya sempit sekitar 120 cm dan tingginya sekitar 150 cm. Mengapa pinta masuk utama Masjid Golo dibuat
pendek memang dimaksudkan agar jamaah itu banyak menunduk.
Menunduk itu bermakna
adab. Yakni membiasakan diri tidak
sombong, sering melihat rakyat bawah dan menunduk di hadapan Tuhannya di saat
sholat. Itu pesan yang tertangkap dari
pintu masuk utama Masjid Golo yang pendek sengaja dibangun Ki Sunan sebagai
pesan bisu.
Pilar utamanya juga masih
juno dan utuh. Ada 4 pilar pokok dan 12
pilar penyangga yang total ada 16 tiang plus 1 pilar segi empat penyangga
mustaka atau puncak masjid sehingga 17 pilar yang bermakna 17 rokaat dalam
sholat wajib.
Dinding Masjid Golo juga
menarik. Tembok di atas pondasi berlekik-lekik
indah bermotif gelombang berwarna putih.
Jendela samping masjid lebih lebar ke samping sehingga memudahkan
serkulasi udara masuk ke dalam ruang utama dan membuat jamaah betah bermunajad.
Bagi umat muslim Klaten dan
sekitarnya yang melintas Kecamatan Bayat yang kaya dengan produk keramik dan
batik sangat rugi jika tidak mampir Masjid Golo peninggalan Ki Sunan
Pandanaran, murid kesayangan Sunan Kalijogo itu. Selain menikmati khusyuknya sujud di masjid
kuno, pengunjung bisa memanjakan mata dengan menikmati hamparan hijau Pengunungan
Selatan dari atas bukit. Wow.
Penulis : Joko Priyono Klaten.



