MMC Media – KH Jazuli Fadil sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Pengurus Daerah (PD) MUI Klaten di acara Halal Bi Halal di Gedung Pertemuan Al Ikhlas Kementerian Agama Klaten (14/04/26) mengingatkan umat islam agar tidak mudah mengeluh dari takdir yang sudah terjadi agar hidup lebih bahagia.
Dihadapan 170 undangan yang hadir terdiri dari pengurus MUI kecamatan se Kabupaten Klaten dan ormas islam KH Jazuli Fadil mengurai dengan fasih tema Satukan Hati, Pererat Silaturahmi dan Kuatkan Ukhuwah menggantikan KH Ahmad Darodji sebagai Ketua Umum MUI Jawa Tengah yang berhalangan hadir.
Ulama asal Ceper, Klaten mengawali dengan ceramahnya agar silaturakhim di momen Syawal itu diutamakan dengan suadara kandung atau dekat. Silaturakhim itu pun harus dilandasi hati yang bersih.
Beliau menyebutkan setiap manusia diciptakan ke muka bumi membawa lima unsur perkara yang menyatu. Lima unsur perkara itu adalah raga, sukma, cipta, rasa dan karsa. Ulama KH Jazuli Fadil menyakinkan jika manusia bisa menjaga lima perkara itu makai akan bahagia.
Pertama menjaga raga dengan kata kunci cukup, tidak kurang atau berlebihan. Makan, minum, tidur dan gerak harus diberi porsi yang cukup. Makanan dan minum tidak baik jika berlebihan apalagi hanya menuruti keinginan yang berujung pemborosan yang bikin tekor. Tidur yang cukup jangan senang begadang. Nabi Muhammad SAW itu tidur tiga kali yakni setelah isya, setelah sholat malam menjelang subuh dan sebelum luhur biarpun hanya sebentar. Olah raga juga penting agar badan tidak malas.
Kedua sukma atau ruh. Menjaga kebutuhan ruh itu dengan banyak mengingat penciptanya. Ruh itu makluk langit akan kembali ke akherat. Sedang jasad itu makluk bumi yang akan kembali ke bumi. Banyak mengingat Allah SWT maka hati akan bahagia.
Ketiga menjaha cipta atau akal. Cara menjaganya dengan menyuapinya denga ilmu yang luas. Dengan keluasan ilmu orang akan dimudahkan dunianya dan semakin bijak dalam berkata dan bersikap. Tapi jangan menuhankan ilmu agar tidak sombong dan lepas kendali. Maka pengendali ilmu itu adalah hati yang bersih dan diridloi.
Keempat menjaga karsa atau nafsu. Nafsu itu kecintaan dan kesukaan terhadap dunia. Suka mobil mewah, cinta wanita cantik atau lelaki perkasa, perhiasan, harta dan semua keindahan dunia hakekatnya adalah nafsu yang sifat liar dan berontak. Maka menjaga nafsu itu dengan mengendalikannya salah satunya dengan puasa.
Kelima menjaga rasa atau kalbu. Milikilah hati yang bersih. Jagalah hati itu dari sifat sombong, hasad atau benci, syirik mengingkari kebenaran dan kekafiran yang mengajak berat untuk menyembah Allah SWT. Maka hati harus bisa menangkap nur, cahaya atau hidayah. Sudah selayaknya kita memohon dan berlindung kepada Allah SWT agar hatinya senantiasa dalam keimanan yang kuat dan tidak berubah-ubah.
Penulis Joko Priyo Utomo Klaten



