• Jelajahi

    Copyright © MARI MENYERU
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    pasang

    Subscribe YouTube

    Tips Jitu Menjemput Jodoh yang Dirindu

    JEPRI JOKO PRIYONO KLATEN
    Kamis, 27 Agustus 2026, Agustus 27, 2026 WIB Last Updated 2026-08-27T09:38:24Z




     

    MMC Media – Bisa membangun keluarga bahagia apalagi bersanding dengan sosok pujaan hati, tentu menjadi impian setiap insan. Hari – hari terasa nyaman sebab ada sandaran hati yang disayang. Ada orang tempat berlabuh di kala sedih. Ada teman bercerita ketika sepi. Ada teman di kala makan, tidur atau hadirnya sosok penyabar yang merawat ketika salah satu pasangan yang sakit lalu membisikan lembut untuk kuat.

     

    Itu semua impian.   Kenyataannya tidak semua harapan itu hadir di depan mata. Bagi sebagian kalangan yang merindukan cinta, punya pasangan hidup yang diidam – idamkan ternyata masih menjadi mimpi.  Hidup jomblo alias belum berjodoh jadi kenyataan yang harus diterima.  Seringkali status jomblo itu bikin kurang pede dan bahan ledekan teman.

     

    Yang terpenting, semua tidak boleh putus asa menjemput jodoh yang didamba. Bagi kalian yang masih menjomblo, jangan berkecil hati.  Jodoh itu gaib, tidak ada orang yang mengerti. Yang pasti  Tuhan menakdirkan umat manusia itu hidup dalam berpasangan agar melahirkan keturunan.  Bukan untuk hidup sedih dalam kesendirian.  Itu yang harus diyakini.

     

    وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةًۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ ۝٢١

    Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir (QS Ar-Rum : 21).

     

    Maka tugasnya sekarang adalah menjemput takdir jodoh itu.  Jangan hanya berdiam diri di rumah tanpa ikhtiar. Tuhan tidak akan mengubah nasib kaum kalau kaum itu tidak mau mengubah jalan hidupnya.

     

    Sekarang, pertanyaanya  apa tips jitu menjemput jodoh itu? Menurut Majdi bin Manshur bin Sayyid Asy-Syuri dalam buku Permata Pengantin menulis ada tujuh tips jitu menjemput jodoh untuk diamalkan.

     

    Pertama merayu Allah Sang Maha Pemilik Hati. 

    Sering orang mendampa jodoh pasangan hati, tapi sering lupa meminta jodoh itu  kepada Allah Sang Pemilik Hati.  Sebab Dia-lah yang membolak-balikkan hati, memasukan rasa suka, benci dan cinta kepada setiap hamba.

    Cara merayu Allah itu bukan sekedar doa meminta, tapi bagaimana manusia menjaga hatinya selalu bertaut ketika Sang Kholik menyapa. Panggilan adzan untuk sholat itu sampai di telinga, itu wujud panggilan ketaaatan.  Masih taatkah kaki itu menuju pintu masjid atau sebaliknya justeru menunda-nunda sholat balik kanan memilih bebal tidak peduli.

    Kita mengiba meminta Allah SWT memberikan jodoh, tapi perilaku hamba malah abai panggilan Sang pemilik jodoh. Itu tidak selaras.  Maka menjemput jodoh itu seiring dengan menjaga ketaatan, terutama menjaga sholat fardlu.

     

    Kedua Mempersiapkan diri.

    Mempersiapkan diri menjemput jodoh itu tidak selalu melandaskan dengan harta, rumah, uang dan sebagainya.  Tapi memiliki ilmu tentang pernikahan.  Apa yang menjadi hak suami – istri, kewajiban kedua pasangan untuk dimengerti juga adab – adab memperlakukan pasangan agar tidak berakhir dosa dan kecewa.

     

    Ketiga Mengawali niat.

    Niat yang benar menuju pernikahan adalah kunci kekuatan melanggengkan bahtera rumah tangga di atas badai dan ombak yang menghantam. Niat nikah yang salah bisa berujung kecewa dan susah. Nikah itu ibadah dan menuju kesempurnaan akidah, yakni memohon ridlo Allah SWT.

     

    إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

     

    Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]

     

    Keempat sering silaturakhim

    Bersilaturakhim itu mengunjungi tempat – tempat yang Allah ridlio atau bertemu dengan orang sholeh. Kalau ingin berjodoh dengan pasangan yang baik, maka bergaullah dengan orang – orang yang baik.  Jangan sembarangan mencari teman atau melangkah ke tempat maksiat. 

    Cari teman yang memudahkan  mengingat  Allah SWT  atau kebaikan.  Sebab manusia tempat lupa dan salah. Lingkungan sosial yang baik akan mengingatkan ketika lupa dan meluruskan ketika bengkok.  Di tempat yang baik dan diridloi Allah, di sanallah orang baik berkumpul.

     

    Kelima meminta bantuan orang lain

    Memintakan bantuan orang lain untuk mendekatkan jodoh itu bukan tabu apalagi aib. Tapi jangan sembarangan orang.  Pilihlah sosok jujur dan amanah dalam menjaga rahasia misalnya guru atau ustadz – ustadzah yang lurus akidah dan sholeh amalnya.

     

    Keenam berani mengungkapkan sikap

    Dalam proses pernikahan  seorang laki – laki  bisa memilih siapa wanita sholekah yang akan dijadikan tambatan hati.  Tapi bagi seorang wanita, ia  berhak menentukan sikap menerima atau menolak.  Sikap seorang laki – laki tidak bisa disimpan sebagai perasaan agar wanita mengetahui sendiri.  Keberanian seorang laki – laki atas perasaan terhadap wanita  yang disukai membuktikan dirinya pria yang berani dan bertanggung-jawab. Sikap ini penting bagi seorang wanita.

     

    تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا، وَلِحَسَبِهَا، وَجَمَالِهَا، وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ


    Wanita itu dinikahi karena empat hal, yaitu: harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Pilihlah wanita yang taat beragama, maka engkau akan berbahagia. (H.R. Bukhari dan Muslim)

     

    Ketujuh berprasangka baik

    Dalam sebuah hadis qudsi manusia dilarang berprasangka buruk (su udzon) kepada Allah SWT sebab Dia tergantung prasangka hamba-Nya. Bisa jadi menjemput jodoh itu butuh waktu.  Di saat itulah manusia dipaksa bersabar, karena bersabar itu adalah perintah yang harus dilandasi prasangka baik (khusnudzon).

    Bersabar itu ketika hati dan lisan tidak mengeluh.  Dengan sabar menjemput jodoh itu seiring untuk memantaskan diri semoga Allah SWT menyiapkan pahala yang besar balasan dari kesabaran.

    Intinya jodoh itu harus dijemput.  Tugas dan ikhtiar menjemputnya adalah dengan memantaskan diri dengan kebaikan dan amal Sholeh dilandasi doa yang tulus.

     

    Penulis Joko Priyono Yoso Atmojo, Klaten.




     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

             

     

     

     

     

     










    Komentar

    Tampilkan

    Terkini