MMC Media – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Melantik Anif Solikhin sebagai Ketua Takmir Masjid Raya Klaten Senin (3/8) di Pendopo Setda Klaten. Anif Solikhin akan didampingi Sadali sebagai Sekretaris dan Umi Khasanah sebagai bendahara.
Di saat yang sama Bupati juga mengukuh jajaran takmir Masjid Raya lain yakni Budi Prasetyo sebagai Kordinator Bidang Idarah atau penantausahaan, Ahmad Syamsudin sebagai Kordinator Imaroh atau kemamkmuran dan Wahyu Tri Joko Nugroho sebagai Kordinator Bidang Riayah atau pemeliharaan.
Bupati Hamenang disela – sela sambutannya menekan peran kolaborasi jajaran ketakmiran dengan program pemerintah, terutama menyasar kalangan generasi muda.
“Saat ini generasi muda kita sangat tergantung dengan hape. Pemerintah sendiri sudah punya program. Hanya pemerintah berharap Masjid Raya yang punya letak strategis di jantung kota bisa berkolaborasi dengan program untuk generasi muda. Masjid tidak saja tempat ibadah tapi juga edukasi agar anak muda makin dekat dengan agama” jelasnya.
Bupati juga menyinggung menjadi pengurus takmir masjid itu seperti tugas social tapi tugas mulia.
“Menjadi takmir masjid itukerja tidak digaji. Saya berdoa semoga tugas mulia ini mendapat ridlo dari Allah Subhanahu Wattalla. Saya mengucapkan selamat bekerja” pesan.
Anif solikhin di acara sambutan menyampaikan penghargaannya kepada pemerintah kalua dirinya sudah dipilih untuk kali ketiga. Ia mengaku tugasnya sudah tidak di Klaten lagi.
“Saat ini saya bertugas di Kabupaten Kebumen (Kepala Kementerian Agama). Ini adalah penugas kali ketiga sebagai ketua takmir Masjid Raya Klaten. Tak lupa saya dan teman-teman untuk diberikan bimbingan dan arahan terutama Ketua MUI Klaten dan para ulama. Nanti Masjid Raya tidak saja menjadi tempat ibadah, symbol ukhuwah tapi juga pengembangan ekonomi umat” pungkasnya.
Selain mengukuhkan Anif Solikhin sebagai Ketua Takmir Masjid Raya, Bupati Klaten di saat yang sama juga mengukuh Ahmad Syamsudin sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ). Kepengurusan LPTQ Klaten akan mengabdi dengan masa bakri 2026-2029.
Penulis Joko Priyono Yoso Atmojo Klaten.



