MARIMENYERU.COM – Masjid Ar – Rahman yang terpencil di sudut desa tidak jauh dari
ujung jembatan Gir Pasang, di Dukuh Gligir Pasang atau Gir Pasang, Desa
Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah fasilitasnya masih
minim dan membutuhkan perhatian banyak pihak.
Letaknya di kaki Gunung Merapi menyebabkan
Dukuh Gir Pasang sulit di akses warga. Tapi sejak diresmikannya jemabatan
gantung Gir Pasang oleh Ketua DPR Puan Maharani 2022 silam, dukuh ini lebih
mudah dikunjungi.
Padahal pesona alam Gir Pasang tak kalah
keren. Tidak hanya sensasi jembatan Gir Pasang yang ikonik, udara segar, bukit
hijau, dan pemandangan alam dari atas cukup memanjakan mata.
Apalagi ada kopi hangat di atas meja. Menikmati alam Klaten dan Yogyakarta dari
puncak bukit sambil menikmati pisang goreng atau singkong goreng yang kripy
cukup mengasyikan dan membuat betah nongkrong dengan keluarga.
Saat Tim
Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Klaten berjumlah 4 jajaran pengurus dipimpin
langsung Amin Mustofa diikuti Uki Ahmad Fatuddin, Joko Santoso, Joko Priyono
dan MARIMENYERU.COM bersilaturahim dengan warga setempat (Jumat, 28/8) menemukan data masjid
Masjid Ar Rahman yang persis di Lokasi wisata Gir Pasang itu belum memiliki takmir
dan muadzin. Padahal keberadaan takmir dan muadzin jadi penting untuk
memakmurkan masjid.
Karpetnya tidak menutup penuh bangunan induk
seluas 30 meter persegi. Pengeras
suaranya rusak. Jaringan listriknya perlu dirapikan dan sebagian perlu diganti. Fasilitas peralatan sholat dan bahan bacaan
al quran juga perlu ditambah.
Gino, pria berusia 50 tahun yang bekerja
sebagai petani ladang itu menuturkan jika kondisi masjid belum banyak aktivitas
sholat.
"Masjid Ar - Rahman belum punya pengurus
masjid. Kebetulan sound system atau pengeras suara sedang rusak. Untuk sholat
lima waktu belum rutin. Muadzim juga belum punya" jelas Gino saat
berbincang di teras masjid.
Ia menambahkan aktivitas pengajian juga
terbatas. "Di Masjid Ar - Rahman Gir Pasang itu sebulan sekali untuk
pengajian. Yakni pengajian ibu - ibu Jumat Kliwon. Itu pun sebulan
sekali" tuturnya.
Dukuh Gligir Pasang atau lebih dikenal dengan
Gir Pasang letaknya terpencil di kaki Gunung Merapi. Penduduknya hanya 32 orang
dan 12 kepala keluarga. Warga bermata-pencaharian sebagai petani dan
peternak. Hasil bumi seperti kentang,
cabe, alpukat, terong, tembakau, labu dan kopi menjadi produk hasil bumi
masyarakat Girpasang.
Penulis Joko Priyono Yoso Atmojo Klaten.




