MARIMENYERU.COM
– Setelah sempat mati suri, para komunitas sungai sepakat untuk
menggerakan kembali sekolah sungai di Klaten. Acara ditandai dengan diskusi puluhan
relawan dan pemerhati di Ruang Utama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
(DPUPR) Jumat pekan (11/9) kemarin.
Beberapa
unsur penting hadir seperti pemerintah, akademisi, komunitas sungai, relawan
dan pelaku usaha melebur dalam wadah Forum Sekolah Sungai atau FSS Klaten.
Sri
Winoto salah satu tokoh penggagas FSS Klaten menjelaskan Klaten sebagai contoh
pemulihan sungai di Indonesia. Ia berharap FSS bisa menjadi wadah gerakan
sungai agar polanya terukur dan terencana.
“Sekolah
sungai di Klaten itu dulu menjadi percontohan seluruh tanah air. Sekian waktu
denyutnya menurun. Melalui Forum Sekolah
Sungai Klaten, saya berharap gerakan sungai bangkit kembali. Saya kira ini momentumnya tepat. Saya masih menyakini semangat itu masih ada”
jelasnya salah satu ditulis dirilis yang diterima MMC media (Senin, 14/9).
Mantan pejabat tinggi di lingkungan Pemkab Klaten itu menambahkan kalau kelembagaan
FSS Klaten terus diperbaiki dan dilakukan penyegaran. Tenaga – tenaga baru
dalam FSS Klaten dimaksudkan agar gerakan sekolah sungai makin dinamis.
“Ketua
FSS Klaten disepakati Thulik Nugroho.
Untuk kepengurusan juga sah. Bupati Klaten Mas Hamenang sudah
menanda-tangani Nomor 32/300.2.3/ 8 tahun 2026
tentang pembentukan pengurus
Forum Sekolah Sungai Klaten. Kehadiran SK Bupati ini memberikan legitimasi kuat
bagi para relawan dan stakeholder untuk bergerak lebih terstruktur, sinergis,
dan berdampak luas dalam mengawal isu-isu lingkungan di seluruh wilayah
Kabupaten Klaten” tambahnya.
Sebagai
simbol kebangkitan sekolah sungai, para komunitas akan melakukan apel
kesiap-siagaan. Rencana kegiatan itu
dirancang bulan Oktober 2026. Apel akan
diikuti seluruh relawan sungai, akademisi, unsur pemerintah, TNI / Polri, dunia
usaha, media dan masyarakat di sekitaran Sungai Bendo, Buntalan, Klaten Tengah.
Penulis
Joko Priyono Yasa Atmaja Klaten



