Foto : Camat Kemalang Kuncoro, Ketua Ikadi Amin Mustofa dan Gina warga setempat berfoto di bunga Pancawarna (28/8)
MARIMENYERU.COM – Keindahan obyek wisata Gir Pasang
tidak semata sensasi ketika menapaki jembatan gantung yang diresmikan
pemerintah tahun 2022 itu. Ada daya tarik yang tak kalah keren dan mempesona
yakni bunga pancawarna.
Bunga itu ada di ujung jembatan Gir Pasang. Tepatnya di halaman kedai kopi Gir Pasang
yang berada di Desa Tegalmulya, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah.
Bunganya unik.
Kelopak bunga melingkar sebesar bola sepak.
Satu batang bunga pancawarna itu ada lima warna seperti namanya. Ada
warna abu-abu yang dominan, hijau, putih, merah bintik – bintik dan
kuning.
Indah sekali.
Orang yang mengunjungi kedai kopi Gir Pasang pasti
tergoda untuk berswa-foto. Lebih asyik lagi jika sambil duduk – duduk menikmati
kopi Gir Pasang. Tak lupa minum kopi Gir
Pasang tambah nikmat jika sambil menggigit pisang goreng dan singkong goreng
yang krispi sembari memandangi hijaunya bukit di kaki Gunung Merapi itu.
Rute menuju obyek wisata Gir Pasang cukup
mudah. Selainnya jalannya sudah halus
dan mulus, suasana adem dan segar sudah menyapa ketika pengunjung mulai lepas
dari Pasar Kembang, sebagai pusat ekonomi warga Kemalang.
Tantangannya adalah jalan menuju Gir Pasang yang
menanjak. Pengunjung juga harus belajar bersabar karena jalur truk pengangkut
pasir wira – wiri tanpa henti.
Jembatan Gir Pasang sempat viral itu berdiri kokoh
sepanjang 120 m dan menelan anggaran 3,2 milyar. Jembatan itu diresmikan Ketua DPR RI Puan
Maharani tahun 2022 silam bersama Bupati Klaten saat itu Sri Mulyani. Rasa
penasaran melewati jembatan gantung itu membuat masyarakat berdatangan ke Gir
Pasang.
Apalagi jika belum berswa-foto dengan bunga
pancawarna. Obyek wisata Gir Pasang layak jadi alternatif wisata keluarga di
akhir pekan. Jika berkunjung ke sana jangan lupa mengabadikan momen indah itu
dengan berfoto dengan bunga pancawarna yang indah dan langka.
Dukuh Gligir Pasang atau lebih dikenal dengan Gir Pasang letaknya
terpencil di kaki Gunung Merapi. Penduduknya hanya 32 orang dan 12 kepala
keluarga. Warga bermata-pencaharian sebagai petani dan
peternak. Hasil bumi seperti kentang, cabe, alpukat, terong,
tembakau, labu dan kopi menjadi produk hasil bumi masyarakat Girpasang.
Penulis Joko Priyono Yoso Atmojo Klaten.




